Skandium
Skandium adalah logam putih keperakan yang sangat ringan dan memiliki titik leleh yang mirip dengan aluminium. Salah satu karakteristiknya yang paling mengesankan adalah rasio kekuatan-terhadap-beratnya yang tinggi. Paduan skandium bisa sampai 50 persen lebih ringan dari paduan aluminium dengan tetap mempertahankan kekuatannya. Ini menjadikan skandium bahan yang ideal untuk banyak aplikasi industri dan kedirgantaraan.
Sifat penting lain dari skandium adalah kemampuannya untuk menahan korosi. Ini menjadikannya pilihan populer untuk komponen pesawat terbang, serta untuk digunakan dalam kontak listrik dan aplikasi teknologi tinggi lainnya. Skandium juga memiliki titik leleh yang tinggi, yang membuatnya sangat tahan lama dan mampu menahan suhu ekstrem.
Skandium adalah logam lunak dengan penampilan keperakan. Ia mengembangkan cor agak kekuningan atau merah muda saat teroksidasi oleh udara. Ia rentan terhadap pelapukan dan akan larut secara perlahan di sebagian besar asam encer. Ia tidak akan bereaksi dengan campuran asam nitrat (HNO3) 1:1 dan asam fluorida (HF) 48,0%, kemungkinan karena pembentukan lapisan pasif yang kedap cairan. Serpihan skandium akan menyala di udara dengan nyala kuning cemerlang untuk membentuk skandium oksida.
Skandium metalik diproduksi pertama kali pada tahun 1937 melalui elektrolisis sebuah campuran eutektik kalium, litium, dan skandium klorida, pada suhu 700–800 °C. Satu pon pertama logam skandium murni 99% diproduksi pada tahun 1960. Produksi paduan aluminium dimulai pada tahun 1971, menyusul sebuah paten Amerika Serikat. Paduan aluminium–skandium juga dikembangkan di USSR.


Comments
Post a Comment