Disuatu sore beberapa hari yang lalu, saya dan sahabat saya Si Imam, menghabiskan waktu dengan bermain game solitaire. Nah.. Suatu ketika, Imam merasa kartu yg dipilihnya salah dan akhirnya mencet tool “undo” dan terjadilah percakapan yang lucu diantara kami berdua.
Ifa : Coba ya im, seandainya manusia juga punya tool “undo” hahaha
Imam : jiahaha.. iya if, seru pastinya.. eh tapi nanti bakalan ribet kali..
Ifa : Ribet gimana? kan asyik..kalau kita salah jalan..tinggal pencet undo aja, kan bisa mengulang dan kembali ke jalan yang benar..
Imam : Justru ribetnya disitu, contohnya kita tau kalau bercinta dengan yg bukan muhrimnya itu dosa, tapi karena kita bisa “undo” malah nanti jadinya melakukan dosa mulu, abis bercinta.. nyesel, trus di undo, begitu² aja terus hihihi.. karena bisa di cancel kesalahannya malah jadinya nanti berbuat salah mulu.
Ifa : hahaha..iya ya im, idupnya malah jadi hambar
Dari percakapan diatas, saya berkesimpulan bahwa manusia diberi keterbatasan dan bukan kekuasaan. Jadi memang begini yg terbaik. Makanya sekarang, saya sedang mencoba untuk tidak selalu melihat kebelakang..dan tidak berkeinginan untuk menghapus kesalahan² yang udah saya lakukan. Rasa sesal pasti ada, tapi menyesali doang tidak akan menemukan solusi.
Jadi inget, kemarin seseorang sempet berpesan bahwa saya harus menatap masa depan penuh kepastian..