Oct 3
You’re there on the phone
A rhythem, some empathy, it sets a deep tone
before you know it, you’re there on the phone
A voice softly heard, behind their past prose
sounds somehow so right, no wonder you chose
Oh Damn! I think I already addicted to you
You’re there on the phone has 6 Comments
October 4th, 2009 at 3:23 pm
puisinya bagus mbak!
malam, sahabat. mampir ke blog aku ya, ada artikel tentang manfaat tempe untuk mencegah kanker payudara. Ayo budayakan makan tempe!
October 6th, 2009 at 6:58 am
versi indo dunk
@atisatya: boleh ngiklan ya? hehe
October 6th, 2009 at 8:53 pm
@antown : ini nih versi indonya.. tp kalau di translate in malah keliatan wagu dan jelek ya..
Sebuah irama, beberapa empati, itu membuat nada yang dalam
sebelum kamu tahu itu, kamu ada di sana di telepon
Sebuah suara lembut terdengar, di balik prosa masa lalu
suara yang entah bagaimana begitu tepat, yang kamu pilih
Oh Sial! Saya pikir saya sudah kecanduan kamu
October 11th, 2009 at 8:59 am
Jangan kecanduan Fa .. nanti merusak kesehatan hehehe ..
Oia boLeh ditambahin ga? seteLah baris paLing bawah:
” Karna kamu candu mungkin suatu saat saya harus berpikir untuk memusnahkan kamu ..”
hahaha ..
——————————–
October 11th, 2009 at 9:02 am
Oia buat atisatya arifin .. saya juga termasuk yang hobi banget makan tempe goreng, itu saLah satu menu yang menyenangkan buat saya (apalahi pake sambeL hahaha)
Tapi yang beLum saya coba adaLah makan tempe sambiL meLihat payudara … hahahahaahahaa … piissssss kawan, sumpah saya hanya becanda
:)
October 13th, 2009 at 7:06 am
tapi kyaknya nulis “rhytem” gak pake “e” deh, cukup “rhythm” aja kali yah?,,
CMIWW